Opera Tuhan
karya : Khairil Ansar
Bumi gersang kekeringan
Riak laut tak lagi tenang
Alam menjerit kesakitan
Jagat meraung kesengsaraan
Semesta yang menyaksikan opera Tuhan yang sedang dijalankan.
Imbalan atas jiwa jiwa serakah yang berjalan
Tuhan bukan pemarah
Tuhan maha terindah
Tetapi Tuhan pemurka
Jika jiwa jiwa serakah belum berubah
Semakin hari semakin tinggi gedung produksi
Semakin tinggi angka kematian searus kali
limbah tidak pernah berjalan dengan lambat
Berjalan dengan cepat dia ragu
Berjalan dengan lambat dia malu
Ragu, malu pada dirinya, dia suci tetapi Kotor karena berada di tempat yang salah
Siapa yang salah?
Tuanya yang serakah, yang tidak pernah memberi pakaian dan tempat yang pantas.
Siapa yang salah?
Setitik yang salah
Selaksa yang musibah
Siapa yang salah?
Wayang tidak pernah salah
Hanya pemain yang terlalu bercanda terhadap titah
Komentar
Posting Komentar