Payung Kenangan

KARYA :Khairil Ansar

Musim hujan kembali tiba

Kemarau penceklik hanya tinggal nama

Lama ku di dalam kamar 
Terdengar sayup air mata langit meronta. 

lama ku simpan rasa

Tidak terasa musim telah berbeda

Payung yang telah lama tersimpan

akhirnya dia membuka kembali senyumnya yang lebar 

Dengan tebaran debu di sekecur badan

Dia rela kembali di hujani luka demi menjaga sang tuan

Payung yang sudah hilang cerah warnanya

Menemani ku dan mempertemukan ku dengan mu

Di sudut sekolah kau menunggu reda kala itu

Aku datang dengan payungku memberi ceria
 
Tidak kubiarkan payungku melihat tubuhmu di hujani derita. 

Berhari berbulan kau telah menjadi tuan baru bagi payung renta ku. 

Aku berhari berbulan menunggu kepastian dari mu

Kapan aku bisa berteduh sepayung dengan mu
 

Hujan telah hilang 

Meninggalkan gerimis sebagai kenangan
 
Hujan telah hilang
Kemarau akan datang dengan duka tidak ada sambutan


Kau pun pergi selama lama tanpa kata

Aku menumpahkan air mata perih sepanjang masa

Bukan berharap lagi kau membalas rasa

Ku harap kau masi disini menjaga payungku dengan setia hingga musim hujan kembali tiba. 

Payung kenangan telah menjadi payung hitam 

Berharap aku berteduh satu payung dengan mu

Tetapi aku meneduhkan mu dengan payung kenangan sepanjang jalan

Membawa mu dari luka derita dunia

Hari merajut minggu

Minggu menyulam bulan

Bulan berganti tahun

Musim berganti masa

Pancaroba kembali menyapa 

Aku  di dalam kamar, mendengar sayup air mata langit kembali  meronta. 

Maaf, kali ini aku tidak akan keluar 

Payungku tidak akan kemana mana

Payung kenangan ku tidak sanggup membuka kembali senyumannya.

Komentar

Posting Komentar